Semenjak Pergimu
Masih terasa abu abu bagiku untuk menerima semua ini. Seperti yang lainnya, kamu pergi tak tau apa alasan pastinya. Kamu pergi dengan membawa jutaan pernyataan dalam benakku, "apa salahku?".
Semenjak pergimu itu, aku benar benar terpuruk. Emosiku tak terkontrol. Aku tak tau harus apalagi yang ku perbuat untuk memperbaiki semua ini. Aku tak tau harus doa apalagi yang harus ku minta pada Sang Ilahi.
Ternyata, sakitnya patah hati membutakan semangat di hati. Rasanya enggan kalau harus mencari lagi, membuat nyaman lagi hingga akhirnya pupus pada akhir cerita. Kamu kira itu mudah?
Well, semuanya sudah terjadi. Sakit yang ku alami semoga cepat terobati. Hingga aku mampu tuk kembali bangkit lagi, walau tanpamu. Disisi.









0 komentar: