KE-SEKIAN
Pada sunyinya malam. hati selalu ingin mengenang, yang sebenarnya harus segera dilupakan. tau bagaimana rasanya mencintai seseorang yang menomorkan kamu untuk yang ke sekian? dengan berat, hati selalu mencoba mengikhlaskan. bahkan pada hal yang tidak bisa dilupakan.
ada seseorang yang bertanya. "Bagaimana rasanya mencintai namun dibalas dengan seenaknya? engkau berjuang mati-matian tidak tergoda oleh seorang seperti apapun demi yang kamu sebut itu cinta, namun kenyataannya kamu bukanlah satu-satunya dihatinya. bagaimana rasanya? bagaimana rasanya dinomor sekiankan?"
lebih dari sakit..
namun ada perihal dalam cinta yang takkan pernah dimengerti seseorang. bagaimana dia mampu bertahan pada rasa yang lebih dari sakit tersebut. bagaimana dia mampu meninggikan kebahagiaan orang lain diatas kebahagiaannya sendiri. percayalah, kau tidak akan pernah tau alasannya.
lalu seseorang tersebut bertanya lagi. "setelah seperti ini, maukah kamu bertahan untuk kesekian lagi?"
tidak. selamanya akan seperti itu, dia tidak akan mencintaiku sepenuhnya. kamu mau tau rasanya memprioritaskan seseorang namun kamu hanya di sekian kan? sakit. pada akhirnya aku hanya perlu menengok kebelakang, bahwa selama ini ada yang rela bertahan disaat aku mempertahankan orang lain.
karena hidup dengan orang yang mencintaimu jauh lebih baik daripada harus hidup dengan cara disekiankan. percayalah, bahagiaku tak akan lama jika harus di sekiankan bahkan oleh orang yang aku cintai melebihi diri sendiri.
0 komentar: