Lagi-Lagi Perkara Hati
Masihlah sama seperti dahulu. kamu selalu memenangkan perihal rasa dariku. tidak ada yang berubah, tidak ada yang mau berubah. hati memaksa menolak untuk mencari, memaksa harus mengenang lagi. lagi, lagi, dan lagi.. kenangan itu selalu memaksa untuk harus selalu dipikirkan. "Aku tak mampu lagi.." jerit hati yang sudah tidak sanggup dipaksa mengenang. namun tanpa disadari hati selalu tabah merawat kenangan itu.. menyirami, memupuk, merawat setulus hati kenangan tersebut.
benar kata khalayak orang-orang diluar sana. jika kau berurusan perihal cinta, yang kau dapatkan hanya dua. bahagia dan luka. bahagia, bisa jadi karena mendapatkan sepenuh hatinya bisa juga ikhlas melepaskan dia dengan pilihannya. luka, bisa jadi karena tidak mampu mengikhlaskan dia bersama pilihannya bisa juga karena tidak mampu menjadi pilihannya. setiap insan berbeda alasannya..
mencintaimu.. mungkin sudah mengakar menjadi hobi. melihat kamu bersamanya, esok pun sama.. melihat lagi kamu bahagia karenanya.. esoknya pun sama lagi.. kata orang aku bodoh, masih saja berharap pada hal nyata yang harus ditinggalkan.. percayalah selalu ada niatanku untuk menyudahi, namun lagi-lagi perkara hati melarang pergi.
Jika di izinkan, Tuhan.. Tolong hilangkan rasa ini. lelah hati jika harus dan harus lagi berkata "DAH NDAK PAPA KOK, ASALKAN KAMU BAHAGIA AKU JUGA BAHAGIA".. lagi-lagi Hati terus membelamu.. "Biarkan aku rapuh asalkan kamu kuat teguh, biarkan aku luka asal bahagia."
percayalah tidak pernah ada enaknya memiliki rasa seperti ini. yang selalu disekiankan, yang selalu harus rela melihat kamu bahagia dipelukannya, yang mau tabah begitu saja disakiti, dan yang selalu kamu paksa supaya biasa saja.. biasa saja...
1 komentar: