Semenjak Pergimu

05.29.00 Unknown 0 Comments

Masih terasa abu abu bagiku untuk menerima semua ini. Seperti yang lainnya, kamu pergi tak tau apa alasan pastinya. Kamu pergi dengan membawa jutaan pernyataan dalam benakku, "apa salahku?".

Semenjak pergimu itu, aku benar benar terpuruk. Emosiku tak terkontrol. Aku tak tau harus apalagi yang ku perbuat untuk memperbaiki semua ini. Aku tak tau harus doa apalagi yang harus ku minta pada Sang Ilahi.

Ternyata, sakitnya patah hati membutakan semangat di hati. Rasanya enggan kalau harus mencari lagi, membuat nyaman lagi hingga akhirnya pupus pada akhir cerita. Kamu kira itu mudah?

Well, semuanya sudah terjadi. Sakit yang ku alami semoga cepat terobati. Hingga aku mampu tuk kembali bangkit lagi, walau tanpamu. Disisi.

0 komentar:

Sebenci itu

19.38.00 Unknown 0 Comments

Sebenci itu, hingga kamu tak mau bertemu denganku.

Sebenci itu, hingga kamu tak mau dengar kabarku.

Sebenci itu, hingga kamu tak mau berhubungan lagi denganku.

Sebenci itu, hingga kamu tak lagi mau melihat status statusku.

Sebenci itu, hingga kamu tak lagi mau bercerita denganku.

Sebenci itu, hingga kamu hiraukan aku.

Sebenci itu, hingga aku harus paksakan hidup tanpamu.

Sebenci itu, hingga kamu menyuruhku melupakanmu.

Maafkanlah kesalahanku. Aku tak mau jika kita berakhir seperti ini. Seperti saat kita berkenalan, kita saling sapa. Aku ingin perpisahan ini juga berakhir baik. Tak ada benci yang membisiki hati kita. Hingga akhirnya kamu memaksaku untuk menjalani semua ini. Hingga tak ada lagi kesempatanku untuk memuji kecantikanmu, memuji kesholehanmu, memuji indah sikapmu. Kamu putuskan pertemanan kita, dan kamu tutup pintu pertemuan kita.

Maafkanlah aku. Maafkan jika ku tak bisa melakukan permintaanmu padaku, melupakanmu.

0 komentar:

Sekedar Rindu

05.10.00 Unknown 3 Comments

"Apa kabarmu?" Kata yang selalu terngiang dibenakku. Mungkin memang rasanya tak pantas lagi aku harus terus mengejarmu, mengejar semua impian yang telah ku bangun. Tapi dalam benak, selalu muncul perhatian akan keadaanmu. "Apakah kau baik baik saja?" "Dengan siapa engkau kini menaruh cinta". Hehe, lucu memang.

Setidaknya dulu kita pernah mengukir cerita, hingga hati ini nyaman di pelukanmu. Hingga kamu berhasil membuat hidupku penuh warna.

Aku tak pernah menyesal bertemu denganmu, aku tak pernah menyesal berkenalan denganmu. Meskipun hati ini sakit karena cinta yang ku paksakan untukmu. Hingga aku terlalu nyaman padamu sampai sesulit ini menggantikan hadirmu dihatiku.

Nantinya, semoga Tuhan mempertemukan kita lagi, sebagai sahabat. Dengan kehidupan masing masing dari kita. Tak ada lagi rasa saling cinta antara kita, hingga kita bisa saling membangun kehidupan kita masing masing tanpa terbatas oleh tebalnya dinding kenangan masa lalu.

Ini hanya sekedar rindu untukmu. Masih ku ingat senyum manismu. Namun aku tau, kau ingin aku cepat melupakan hal itu. Tenang saja, aku tau rinduku hanya mengganggumu. Untuk kamu, semoga sehat selalu..

3 komentar:

Untuk Kasihku Tersayang

21.36.00 Unknown 0 Comments

Untuk kamu, jadilah wanita yang kuat meski kamu terluka. Jangan ada tangis yang terpancar dimatamu.

Untuk kamu, jadilah wanita sholehah yang pada akhirnya akan membawamu pada jodoh terbaikmu.

Untuk kamu, jadilah istri yang baik kelak bagi suamimu, jadilah penyejuk dalam rumah tanggamu.

Untuk kamu, jadilah ibu yang berkarakter tangguh dan penyayang bagi anak-anakmu kelak.

Untuk kamu, jadilah sahabat yang terbaik bagi teman-temanmu kelak agar hidupmu dihargai dan dihormati.

Untuk kamu, jadilah anak yang berbakti pada orang tuamu sehingga orang tuamu bangga akan sikapmu.

Untuk kamu, hanya itu doa yang bisa ku panjatkan padamu. Karena ku tau cintaku membuatmu terganggu. Tak apa, aku ikhlas asalkan kehidupanmu bahagia. Semoga Tuhan selalu membuatmu bahagia dan menjadi wanita yang sempurna bagi orang disekitarmu.

Dan untuk kamu, tak apa jika ku harus melihatmu dari kejauhan. Semoga kamu bahagia, sayang.

0 komentar:

Gagal menjadi KITA

08.22.00 Unknown 0 Comments

Waktu yang lama sebelum akhirnya aku benar benar merasakan cinta. Sebelum akhirnya aku benar benar menyayangimu. Tanpa kau ketahui, bahwa selama ini aku mengkagumimu. Ku coba singkirkan rasa ini namun tak semudah yang difikirkan.

Hingga pada akhirnya, ku berbuat salah yang belum bisa ku pahami. Tiba tiba semua rencana indah bersamamu harus ku kubur hidup hidup. Cita citaku membangun sebuah keluarga indah harus ku hapus segera. Agar kamu tak lagi merasa terganggu akan tingkahmu. Jujur sakit..

Harus ku ubah lagi tujuan suksesku, harus ku ubah impian hidup bahagia bersamamu, harus ku ubah lagi tujuan hidupku yang sempat ku labuhkan padamu. Tak mudah melupakanmu. Sangat tak mudah..

Tapi bagaimanapun hidup harus terus berjalan. Melupakan masa lalu? HAHA. Tak sanggup rasanya, mungkin hanya sanggup ku ikhlaskan dirimu. Mungkin memang ini jalan takdirnya, Tuhan tau mana yang terbaik.

Semoga kamu mendapatkan yang lebih dariku. Hingga aku tak perlu lagi khawatir akan keadaanmu. Hingga aku tak akan lagi mengharapkanmu. Hingga pada akhirnya aku harus bisa mengikhlaskanmu. Kasihku, aku mencintaimu..

0 komentar:

Ku impikan KITA

07.34.00 Unknown 0 Comments

Sudah cukup lama kita saling mengenal. Ya tepatnya 9 bulan kita saling mengenal. Kita saling bercerita, kita saling bercanda. Tanpa pernah terpikirkan bahwa aku ternyata bukan lagi sekedar mengkagumimu.

Kamu cantik, kamu baik. Sebaliknya denganku, sering kali aku merasa tak pantas menyandingimu. "Ah mungkin ini hanya rasa kagum saja." Degup lirih hati kecilku. Namun apa daya, pesona indahmu luluhkan hati ini. Tak pernah terjadi sebelumnya aku mampu bertahan cukup lama.

Senyummu sejenak mewarnai irama jantungku, mewarnai indahnya pelangi di jiwaku. Lagi lagi ku berpikir "Tak ku sangka". Ya benar, tak ku sangka ada wanita yang pada akhirnya membuat semangatku membara, membuat  bebanku mereda, membuatku tenang bersamanya, membuatku nyaman tertawa bersamanya. Sekali lagi aku berusaha memungkiri "ini bukan cinta, ini hanya rasa kagum!".

Setelah semua ini berjalan beberapa waktu. Rindu ini semakin mendambamu, sehingga hati ini lupa bahwa ada luka yang dulu membekas. Aku nyaman bersamamu. Bebanku sejenak hilang saat bersamamu walaupun via tulisan. Kali ini ku tak bisa memungkiri rasa ini, ada rasa hebat melekat dihati. Apa ini, cinta?

Senyum menawanmu selalu melukiskan bahagia disetiap langkah hidupku. Hingga pada akhirnya kita bertemu dirumahmu. Bukan lagi sekedar melepas rindu, ini soal apakah berbeda jumpa via tulisan atau bertemu. Tak sanggup lagi hati ini menahan bahagia yang ada di hati.

Hingga pada akhirnya...

Kamu menghilang.. Kini pereda gelisah, obat jiwa, pengobar semangatku seperti ikut menghilang. Tak ada lagi bahagia yang terlukis, dan semangat pun menipis. Ku coba bertahan, melawan, namun tak sanggup ku sembunyikan sedih ini. "Aku terlalu lebay" dalam hati emosi tak terhindari.

Sekian waktu ku menunggumu namun akhirnya ku urungkan niatku. Mungkin.. ini waktunya aku pergi. Waktunya ku berhenti mengkagumimu. Waktunya ku berhenti mengharapkanmu. Waktunya ku harus lupakan senyum dengan gigimu yang indah, haha ya ini mungkin waktunya. Namun pada akhirnya aku paham. Ini benar benar cinta :)

0 komentar: